SALAH SATU JALAN MENJADIKAN HIDUP BERMAKNA
DAN BEROLEH BAHAGIA
DAN BEROLEH BAHAGIA
PENGANTARBanyak orang merasa bahwa hidupnya kurang bermakna sehingga tidak merasa bahagia dalam hidupnya. Ada pula yang merasa hidupnya sudah bermakna dan sudah bahagia karena merasa sudah memiliki banyak hal, serasa tidak ada lagi yang kurang dan dia hidup dalam menikmati apa yang dia miliki. Ada pula yang berpikir bahwa hidup itu akan bermakna dan bahagia bila berbuat sesuatu hal yang besar, dan perbuatan itu menjadikannya terasa besar dan terkenal.
Apapun pemikiran orang, yang pasti adalah bahwa hidup yang bermakna dan menjadikan seseorang itu bahagia adalah bila seseorang itu bersyukur atas hidupnya sebagia karunia yang besar dari Tuhan. Dengan keyakinan ini dia berani berbagi bagi orang lain. Orang yang berbagi hidup dengan orang lain, ia tidak lagi terpenjara dalam dirinya yang selalu merasa kekurangan. Dengan berani berbagi dengan orang lain, ia menyatakan dirinya bahwa dirinyapun berharga karena dia juga memiliki sesuatu yang bisa dia bagikan. Apa yang dibagikan, seberapa besar? Itu tidak menjadi suatu ukuran dan persoalan. Bentuk dan besarannnya tentu tergantung dari siatuasi dan keadaan seseorang. Namun yang jelas dengan berani berabgi, seseorang itu sudah ‘menyatakan’ dirinya bahwa dia juga mempunyai sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada orang lain. Keyakinan ini akan menumbuhkan suatu kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Oleh karena itu, di sini kami menawarkan salah satu jalan untuk mewujudkan hidup yang bermakna, yakni membantu Pembagunan Gereja Katolik di suatu daerah terpencil dan umatnya merupakan orang-oprang kecil pula. Yakinlah bahwa dengan melaksanakan apa yang kami tawarkan ini, Para Saudara akan beroleh bahagia.
PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK
STASI SANTO PETRUS KABAN JULU
PAROKI “MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN” SIDIKALANG
Setahun kemudian, jumlah mereka semakin bertambah dan Pastor (namanya tidak pasti) merencanakan pendirian gedung Gereja. Lahan dicari dan diberikan oleh tuan tanah yang beragama Islam yaitu Raja Thayeb Maha, luasnya kira-kira 1 Ha. Pada tahun itu juga (1938) dibangunlah gedung Gereja pertama, dengan lantai tanah, atap ilalang, dinding kayu (darurat), hasil swadaya umat. Gereja tersebut diberi nama “Huria Katolik Tonga-tonga”, sesuai dengan letaknya di tengah-tengah antara Desa Kaban Julu dan Pandan Bulu (Desa Sosorlontung).
Pada awal berdirinya Gereja ini, pernah digunakan sebagai sekolah SD (waktu itu sekolah rakyat) sampai kelas dua dengan murid waktu itu antara lain Bapak T. Sitanggang (ayahanda Sr. Kayatana Sitanggang, KSSY dan Suster M. Antonia Sitanggang, FSE). Sayang kemudian berhenti. Dan pada masa pendudukan Jepang, Gereja ini sempat dijadikan gudang. Tidak dapat dipungkiri perkembangan umat pada saat ini agak terganggu.
Setelah masa kemerdekaan situasi agak lega. Umat kembali mengadakan kebaktian di gereja ini, dan saat itu mereka sudah berjumlah 25 KK. Atas kesepakatan umat, gereja diperbesar, bantuan mengalir dari Pastor, sehingga menjadi atap genteng, lantai semen, dinding tetap papan dan lonceng sudah ada.
Pertambahan umat secara drastis terjadi sekitar tahun 1967 setelah G-30-S/PKI. Banyak orang dari Protestant (memang daerah ini mayoritas Protestan), yakni dari HKBP, berbondong-bondong masuk Katolik. Stasi Santo Petrus bertambah pesat, jumlah umat sudah mencapai 70 KK. Sayangnya, pada tahun itu juga terjadi bencana alam. Angin topan memporak porandakan gedung gereja sampai rata dengan tanah. Dan terpaksa membangun gereja baru di atas situasi ekonomi umat yang amat memprihatinkan akibat G-30-S/ PKI. Gotong royong diutamakan. Semua umat memberikan perhatiannya untuk membangun kembali gedung gereja, termasuk mereka yang baru masuk Katolik. Batu, pasir, kayu, semua swadaya umat, sementara seng dibantu oleh Pastor. Pembangunan dikoordinir langsung oleh Bruder. Gereja ini semi permanen, itulah gereja yang sekarang dengan ukuran 8 X 12 m.
Seiring perkembangan waktu, gereja stasi ini mengalami perkembangan. Pendataan lingkungan pun dilakukan, dan dibagi menjadi 5 lingkungan yaitu : (Lingkungan Palipitu, Lingkungan Pandan bulu, Lingkungan Santo Paulus, Lingkungan Juma rambong, Lingkungan Juma petak). Dan hingga saat ini (tahun2005), stasi yang mayoritas penduduknya bertempat tinggal di Desa Kaban julu dan Desa Sosorlontung ini. Jumlah umat Katokk di Stasi ini hingga kini tercatat sebanyak 145 KK (10% dari jumlah penduduk kedua desa): Penduduk Kaban julu, pada pendataan penduduk 2005 = 308 KK; Penduduk Sosorlontung, pada pendataan penduduk 2005 = 870 KK
Sehubungan dengan perkembangan umat tersebut, gereja yang semula dirasa cukup untuk menampung jumlah umat, pada akhirnya tidak dapat lagi menampung umat yang ada sekarang. Di samping Gereja yang sekarang tidak dapat lagi menampung umat yang ada, juga bangunan Gereja yang sekarang tidak nyaman lagi digunakan beribadat. Bangunan sudah mulai rusak. Apalagi setelah gempa bumi yang terjadi pada bulan Maret tahun 2005. Umat stasi maupun paroki sudah mempunyai niat untuk memperbaiki bangunan Gereja yang sudah rusak, namun dengan berbagai pertimbangan hal itu ditunda karena berikir, kurang efektif memperbaiki kerusakan bangunan akibat gempa tersebut atau merenovasi karena sebenarnya keadaan bangunan sudah harus dibangun total.
Sebenarnya sejak tiga tahun yang lalu sudah dipikirkan untuk membangun dan akibat gempa yang menimbulkan kerusakan, niat itu semakin mendesak untuk direalisasikan. Tindakan yang sudah dibuat dengan mengumpulkan sedikit uang / dana dari umat. Namun berhubung situasi perekonomian umat yang rata-rata ekonomi lemah, maka usaha ini kurang membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Setelah mendapat arahan dan persetujuan dari Pastor Paroki dan Dewan Paroki Sidikalang, maka pada tahun 2005 dibentuklah Panitia Pembangunan untuk memikirkan dan melaksanakan pembangunan gereja yang layak pada tahun 2006 hingga selesai. Maka akhirnya dengan menyadari segala kemampuan yang ada, seraya dengan rendah hati memohon kesediaan para dermawan dan donatur, diputuskan untuk membangun sebuah gereja yang lebih layak, yang dapat menampung semua umat yang ada di stasi Santo Petrus Kaban julu yang di sampingnya terdapat makam Pastor Koning, O. Carm yang dimakamkan pada tahun 1971.
PERMOHONAN IJIN DAN PROPOSAL
UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA STASI
UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA STASI
1. | PEMOHON |
1. Stasi | SANTO PETRUS Kaban Julu | |
2. Paroki | MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN – Sidikalang – Sumatera Utara: KAM | |
3. Data Stasi | a. Jumlah umat : 145 KK | |
b. Persentase umat dibanding dgn penduduk desa Jumlah umat: 10% | ||
c. Umur Stasi : 67 tahun | ||
d. Gereja lama : Ukuran luas (8m X 12m X 10m2) | ||
e. Jenis bangunan : Semi Permanen |
2. | Nama Proyek | PEMBANGUNAN GEREJA STASI SANTO PETRUS KABAN JULU PAROKI ‘MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN’-IDIKALANG |
3. | Tanggal Pengajuan | 15 Desember 2005 |
4. | Lokasi Proyek | Gereja Katolik Stasi SANTO PETRUS KABAN JULU, Paroki MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN |
5. | Nama Pemohon | Panitia Pembangunan Gereja Stasi Santo Petrus Kaban Julu Paroki Sidikalang |
6. | Uraian Proyek |
6.1. Latar Belakang | Melihat dan memperhatikan keadaan gereja yang sekarang tidak layak lagi untuk digunakan untuk beribadat karena sudah dalam keadaan rusak, dan juga karena sudah terlalu kecil sehingga tidak lagi dapat menampung jumlah umat yang ada sekarang ini untuk beribadat di dalamnya maka kami seluruh umat Stasi Kaban Julu yang didukung oleh pastor paroki dan dewan paroki sepakat untuk membangun gereja yang baru menggantikan gereja yang ada sekarang ini. Keinginan kami ini juga didukung oleh lokasi Gereja yang terletak di tengah kota Kecamatan yang sedang giat-giatnya menata dan membangun sarana dan prasarana di Kecamatan Kaban Julu. Rencana ini memang sudah lama dipikirkan dan direncanakan, namum baru kali ini (tahun ini) kami berani untuk melaksanakannya. | |
6.2. Tujuan Proyek | : Proyek ini bertujuan untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi umat ketika sedang menjalankan ibadat. Disamping itu juga untuk menyadarkan umat akan hak dan tanggungjawabnya sebagai pemilik gereja, sehingga diharapkan seluruh umat berpartisipasi aktif baik secara moral maupun material. Partisipasi tersebut adalah juga merupakan upaya peningkatan kehidupan rohani dan tidak lupa dengan pengadaan dana bangunan. | |
6.3. Cara Kerja | Proyek ini melibatkan seluruh umat stasi terutama dalam hal pendanaan maupun gotong royong, termasuk mengupayakan makan tukang selama pengerjaan, juga melibatkan Rayon. Pembangunan dilakukan secara bertahap: Tahap I : Pengerjaan Fondasi dan dinding Gereja. Tahap II: Pengerjaan Atap. Tahap III: Pengerjaan bagian dalam (Lantai, Plafon dll.) Tahap IV: Finishing. Namun karena melihat keterbatasan umat kami mengajukan permohonan bantuan ke-Keuskupan maupun sumbangan para donateur. | |
6.4. Rencana Pembangunan | ||
6.4.1. Rehap Total | a. Jenis Bangunan : Permanen b. Ukuran luas 11m X 18 m : 198 m c. Ukuran Sakristi + Gudang ( 4 m x 5 M ) : 20 m ( Ruang pengakuan dosa 1,5 m x 4 m ) d. Ukuran menara Gereja 2,25 m x 2,5 m : 5 m Luas Bangunan : 223 m. | |
6.4. 2. Fisik Bangunan | a. Fondasi : Batu kali + Batu Padas b. Dinding : Dinding Pas Batu Bata (dalam diplester, luar tidak.) c. Atap : Seng biasa d. Flafon : Tripleks / Promika e. Lantai : Semen (Keramik) |
7. | SUSUNANAN PANITIA MBANGUNAN |
1. Pelindung | 1. Pastor Paroki Sidikalang.2. Dewan Paroki Sidikalang | |
2. Penasehat | : Dewan Stasi Kaban julu | |
3. Ketua | : Bistok Malau | |
4. Sekretaris | : Sodugaon Sigalingging | |
5. Bendahara | : Sihol Sihombing | |
: 1. Toga Sitanggang | ||
: 2. Matan Sihombing | ||
: 3. Jonter Sihombing | ||
: 4. Anton Sihombing | ||
: 5. Lamhot Sihombing | ||
: 6. T. Petrus Silaban |
I. PEMBANGUNAN TAHAP IDengan segala keterbatasan baik itu menyangkut dana yang ada dan kemampuan umat yang dimiliki, pembangunan tahap Pertama telah dimulai sejak peletakan batu pertama pada tanggal 6 Juni 2006. Sebagaiman kami utarakan dalam Latar Belakang, pembangunan ini dilaksanakan adalah lebih karena mengingat kondisi bangunan tidak lagi memenuhi syarat baik dari segi besarnya yang tidak dapat menampung jumlah umat yan aga maupun kondisi bangunan yang sudah tua dan rusak. Pembangunan ini ditangani sendiri dan beberapa kali tersendat mengingat kesulitan dana. Pada prinsipnya, ketyika ada uang, pembangunan dilaksanakan, dan ketika uang tidak ada pembangunan berhenti.
1. Pembangunan tahap Pertama ini meliputi:
1. Perataan lokasi bangunan dan penggalian fondasi ( Gotong Royong umat)
2. Pembuatan fondasi, tiang cor dan dinding
2. Gambaran singkat Pemasukan dan Pengeluran
PEMASUKAN DANA DAN BANTUAN
Dana yang masuk dalam bentuk uang
No
|
KETERANGAN
|
DEBET (Rp)
|
1. | Iuran partisipasi dari umat | 26.871.000 |
2. | Sumbangan dari Keuskupang Agung Medan | 50.000.000 |
3. | Sumbangan dana akibat Gempa | 25.000.000 |
4. | Sumbangan-sumbangan lain (Dari Proposal) | 8.959.500 |
5. | Dari Acara mudika stasi | 435.000 |
6. | Dari Acara Anak sekolah minggu stasi | 2.451.000 |
7. | Kolekte khusus Stasi | 3.154.500 |
JUMLAH TOTAL | 116.871.000 |
Sumbangan dalam Bentuk Barang:1. Tenaga Gotong royong umat untuk membantu Tukang.
2. Pengadaan pasir untuk bangunan ditanggulangi oleh umat, baik mencari ke sungai dengan
gotong royong maupun ada beberapa umat yang memberi sebagai ganti partisipasi uang.
3. Panitia juga mendapat sumbangan dalam bentuk batu padas dan batu kali.
PENGELUARAN:
No
|
KETERANGAN
|
DEBET (Rp)
|
KREDIT (Rp)
|
1. | Pembelian Bahan bangunan | 39.108.475 | |
2. | Administrasi | 453.000 | |
3. | Pembelian alat-alati | 545.000 | |
4. | Gaji tukang | 10.930.000 | |
5. | Pengangkutan | 2.600.000 | |
Jumlah keseluruhan | 53.636.475 |
No | KETERANGAN | DEBET (Rp) | KREDIT (Rp) |
1. | Total Pemasukan | 116.871.000 | KREDIT (Rp) |
2. | Total Pengeluaran | 53.636.475(Rp) | |
Sisa uang | 3.234.525 |
3. Kondisi bangunan yang sudah dikerjakan Pada Tahap I


II. RENCANA DAN LAPORAN PEMBANGUNAN TAHAP II
II. 1. Rencana Pembangunan Tahap IIPembangunan tahap Pertama sudah 1 tahun lebih terpaksa berhenti karena dana belum cukup untuk meneruskan ke tahap ke dua. Kami mencoba untuk menyemangati kembali umat dan panitia untuk bekerja keras menyelesaikan bangunan Gereja yang terbengkalai, namun tampaknya panitia dan umat sudah sampai pada batas kemampuan mereka sebagai mumat yang rata-rata ekonomi lemah. Oleh karena itu, Dewan Pastoral Paroki membantu dan bahkan mengambil peranan lebih banyak dalam penggalangan dana dan juga mellaksanakan pembangunan demi penyelesaian bangunan Gereja tersebut. Hal ini memang terasa sangat berat bagi Pastor dan Dewan Pastoral Paroki, mengingat banyaknya tugas pelayanan di Paroki yang dalam hal ini harus melayani 43 stasi dengan jarak dan wilayah yang luas. Walaupun demikian, kami berusaha seraya berharap dan berdoa semoga Tuhan membantu dan menunjukkan jalan bagi kami untuk menyelsaikan rumah-Nya, karena semuanya demi memuliakan nama-Nya di tengah umat.Namun dengan sisa uang yang masih ada, kami sudah membelikan untuk bahan-bahan yang dibutuhkan untuk Tahap Kedua, sambil menggalang dana baik dari umat maupun dari para nonatur.
Adapun rencana Pembangunan Tahap Kedua adalah:
- Penyelesaian dinding bangunan Gereja.
- Pekerjaan atab bangunan Gereja.
- Penimbunan dan pengerasan dasar Lantai Gereja.
- Plester dinding bagian dalam Gereja
- Adapun untuk jendela dan pintu-pintu, kami menggunakan bongkaran dari Bangunan Gereja
Induk. Hal ini kami lakukan karena untuk mengirit biaya dan memang masih layak untuk
digunakan.
II. 2. Laporan Pembangunan Tahap II
Setelah berhenti selama 1 tahun karena kekurangan dana, maka dengan segala keterbatasan dan kerinduan untuk menyelesaikan bangunan Gereja, maka kami memulai kembali pembangunan Gereja untuk tahap kedua. Dalam pembangunan tahap ke 2 ini kami menggunakan sisa dana dari tahap sebelumnya, dan untuk mengirit biaya, kami mengurangi tukang yang digantikan dengan gotong royong umat dan bahkan untuk hal ini Pastor Antonius Manik O.Carm yang memang hobby dalam pertukangan langsung turun tangan membantu dalam hal menyemen dan mengelas. Di tengah kesibukan beliau sebagai pastor kepala paroki melayani 43 stasi, beliau menyempatkan waktu untuk ikut bekerja karena memang kekurangan dana. Rencana semula Gereja bias digunakan pada waktu Paskah, walau belum sempurna, tetapi tidak bias terpenuhi karena situasi yang kurang mendukung demikian juga halnya dengan keuangan.
Walaupun demikian, berkat rahmat Tuhan, kami dapat meneylesaikan tahap II.
No
|
KETERANGAN
|
DEBET (Rp)
|
KREDIT (Rp)
|
1. | Sisa dana tahap 1 | 63.234.525 | |
2. | Sumbangan dari donator | 29.764.500 | |
3. | Tambahan Partisipasi umat | 4.975.000 | |
4. | Dari Kolekte Khusus Stasi | 3.025250 | |
5. | Pembelian Bahan Bangunan | 85.111.650 | |
6. | Pengangkutan | 2.450.000 | |
7. | Gaji tukang | 11.240.000 | |
8. | Surat-surat | 210.000 | |
JUMLAH TOTAL | 100.999.275 | 99.011.650 | |
Saldo dari Tahap II | 1.987.625 |
III. PEMBANGUNAN TAHAP IIIPembangunan Tahap II sudah selesai. Keinginan hati hendak melanjutkan ke tahap II dan menyelesaikan bangunan Gereja. Namun dana yang ada tidak memungkinkan hal tersebut. Untuk sementara ini umat gotong royong hanya membersihkan dan meratakan kompleks bangunan sedangkan 1 orang mudika yang menjadi tukang gereja merapikan jendela dan pintu bekas dari bangunan Gereja induk, di paroki dan beliau dibantu oleh pastor sendiri.


Adapun rencana pada tahap III ini adalah:
1.Perataan dan pengerasan tanah untuk lantai
2. Memasang keramik atau lantai semen.
3. Pengerjaan plafon panti imam.
4. Perbaikan dan pemasangan daun pintu dan jendela.
5. pengecatan dinding.
6. Pembuatan Pendopo depan.
7. Pengerjaan ruang pengakuan dosa.
Anggaran Biaya Yang dibutuhkan untuk Pembangunan Tahap Kedua:
No
|
KETERANGAN
|
Jumlah
|
Harga Satuan
|
DEBET (Rp)
|
KREDIT (Rp)
|
1. | Sisa uang | 1.987.625,- | |||
2. | Kebutuhan semen Padang 50 kg | 100 zak | 58.000 | 800.000 | |
3. | Besi Φ 9,6 | 20 btng | 85.000 | .700.000 | |
4. | Besi Ø 5,6 | 0 btng | 20.000 | 800.000 | |
5. | Kawat beton | 1 gulung | 60.000 | 60.000 | |
5. | Untuk lantai Keramik | 350 kotak | 65.500 | 2.925.000 | |
6. | Bagian lain-lain: Kunci-kunci pintu dan jendela; engsel, cat dan kaca | 30.500.000 | |||
7. | Kayu plafon | 3 ton | 4.000.000 | 12.000.000 | |
8. | Tripleks untuk plafon | 65 lembar | 150.000 | 975.000 | |
9. | Paku 1” | 1 kotak | 175.000 | 175.000 | |
10. | Paku 4” | 1 kotak | 200.000 | 200.000 | |
11. | Bagian upah tukang | 15.000.000 | |||
12. | Cadangan / Administrasi/ pengangkutan | 4.865.000 | |||
JUMLAH TOTAL | 1.987.625 | 90.000.000 | |||
Kekurangan yang diharapkan | 88.012.375 |
Dalam hal kekurangan, kami sangat mengharapkan uluran kasih dari para Saudara, karena dari umat mereka tidak mempunyai dana yang cukup karena ekonomi lemah, tapi hanya mempunyai iman, semangat gotong royong dan kerinduan untuk bias beribadah di Gereja yang layak.
Demikianlah kiranya apa yang bisa kami sampaikan dan juga permohonan kami kepada para Saudara, agar sudi kiranya membantu kami dalam penyelesaikan Bangunan Gereja, Rumah Tuhan sendiri. Kami sangat berharapkan bantuan para Saudara, seberapapun yang bisa Para Saudara sumbangkan dengan tulus ikhlas kepada kami, kami akan menerimanya dengan sangat senang hati. Kami akan gunakan dengan sebaik-baiknya uluran kasih yang para Saudara berikan kepada kami, dan kami berdoa semoga uluran kasih para Saudara membuahkan buah yang berlipat ganda bagi pembangunan penyelesaian bangunan Gereja, bagi umat pedesaan yang menggunakan bangunan Gereja dan terutama bagi para Saudara. Berkat Tuhan senantiasa melimpah atasa para Saudara.
Sekiranya Bapak / Ibu / Saudara /i berkenan membantu dan menyumbang kami, sumbangan atau bantuan dapat disalurkan melalui Paroki atau Pastor paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang, Panitia Pembangunan Gereja Stasi St. Petrus Kaban Julu.
Bantuan para saudara dapat disalurkan lewat:
Nama : ANTONIUS MANIK
BRI SIDIKALANG - DAIRI
No. : 0194-01-010662-50-6
Atas perhatian dan kebaikan Ibu, Bapak, Saudara-Saudari dan para donator, kami ucapkan banyak terima kasih. Tuhan memberkati hidup, keluarga dan perbuatan baik para Saudara.
Hormat Kami:
Ketua Panitia | Sekretaris Panitia | Bendahara Panitia |
BISTOK MALAU | SADOGUAN SIGALINGGING | SIHOL SIHOMBING |
Mengetahui dan Menyetujui
Pastor Antonius Manik O.Carm | Dirman Sagala | Jintar Habeahan |
Pastor Paroki | Ketua I Dewan Pastoral Paroki | Sekretaris Umum DPP |
0 komentar:
Posting Komentar