SALAM MARIA PENUH RAHMAT, TUHAN SERTAMU. TERPUJILAH ENGKAU DI ANTARA WANITA, DAN TERPUJILAH BUAH TUBUHMU YESUS. SANTA MARIA BUNDA ALLAH, DOAKANLAH KAMI ORANG YANG BERDOSA INI, SEKARANG DAN WAKTU KAMI MATI. AMIN.

INSTALASI USKUP AGUNG MEDAN

Hari Minggu 22 Februari 2009 merupakan hari bersejarah bagi Gereja Keuskupan Agung Medan, karena paa hari itu diadakan Instalasi Uskup Agung yang baru: penyerahan tongkat penggembalaan dari Mgr. A.G.Pius Datubara kepada Mgr. Anicetus B. Sinaga.

Pelayanan dan Pastoral (Umat Nias)

Pada hari Kamis - Jumat 26 s/d 27 November 2009, Pastor Anton bersama bapak S. Barasa, bapak T. Manao, Suster Margareta KSSY, Siprianus Manao dan Andre berkunjung ke stasi Panuntungan.

HIDUP BERMAKNA : BERBAGI BEKRAT

Apapun pemikiran orang, yang pasti adalah bahwa hidup yang bermakna dan menjadikan seseorang itu bahagia adalah bila seseorang itu bersyukur atas hidupnya sebagia karunia yang besar dari Tuhan.

NATAL MUDIKA 2009: SUKSES

UCAPAN TERIMA KASIH KARENA NATAL MUDIKA 2009 'BERTABUR BINTANG' BERJALAN DENGAN SANGAT BAIK.

PAROKI: SEJARAH KATOLIK DI DAIRI

MISI KATOLIK DI DAIRI (SEJARAH SINGKAT PAROKI SIDIKALANG).

PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK STASI SANTO PETRUS – LAE TARONDI PAKPAK BHARAT

Berdirinya Gereja Katolik di Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat berawal dari kesepakatan lima keluarga umat Katolik yang ada saat itu.

Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Gereja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan Gereja. Tampilkan semua postingan

Mendambakan Uluran Kasih


Mari berbagi rahmat kepada sesama....

PROPOSAL REHAB GEREJA
STASI BEATO DIONYSIUS DAN REDEMPTUS PENANGGALAN-ACEH SELATAN
paroki 'Maria Pertolongan Orang Kristen' Sidikalang
1. PEMOHON
1.1.Stasi:BEATO DIONYSIUS DAN REDEMTUS

1.2.
Paroki
:'Maria Pertolongan Orang Kristen'Sidikalang-Keuskupan Agung Medan
1.3.
Alamat Stasi
:Desa/Kelurahan Penanggalan


1.4. Data Stasi
a.Tahun adanya Katolik:20 Juli 1957
b.Tahun Berdirinya Bangunan Gereja:10 Februari 1970
c.Luas Tanah/pertapakan:14 m x 40 m
d.Luas Bangunan:Panjang: 8 m;Lebar: 5 m
e.Kondisi Bangunan Gereja:Kayu dengan Lantai semen
e.Jumlah Umat (Sampai saat ini):30 KK
2.NAMA PEKERJAAN:Rehap bagian panti Imam dan memperluas bagian sebelah kanan Gereja, Gereja Stasi STASI BEATO DIONISIUS DAN REDEMPTUS, Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
3.TGL DAN THN PENGAJUAN:21 Mei 2009
4.LOKASI PEKERJAAN:Di lokasi bangunan Gedung Gereja lama Stasi Beato Dinonisius dan Redemptus-Penanggalan, Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
5. URAIAN PEKERJAAN:
5.1.Latar Belakang:Melihat dan mengingat keadaan bangunan Gereja yang sekarang kurang layak lagi digunakan untuk beribadat karena memang sudah tua, sudah terlalu kecil sehingga tidak dapat menampung umat beribadat, kondisi bangunan yang memprihatinkan karena kurang mendukung untuk kekhusukan dalam beribadat. Situasi yang demikian juga mempengaruhi semangat umat dalam beribadat, dan juga menghayati iman mereka di tengah penduduk yang adalah mayoritas Muslim. Dengan latar belakang yang demikian, semua umat stasi bersama dengan pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki Sidikalang sebenarnya berkeinginan untuk merehap total atau paling tidak memperindah bangunan Gereja, namun karena sadar akan kemampuan keuangan yang tidak akan memadai maka, kami hanya memutuskan untuk merehap gedung Gereja yaitu memperlebar ke samping, merehap bagian panti imam dan membuat ruang Sakristi (parhobasan). Rencana ini juga didukung oleh suatu harapan bahwa dengan adanya Gedung Gereja yang mendukung ibadah, umat meresa diteguhkan dalam imannya di tengah perjuangan umat untuk tetap setia dalam iman Katolik di tengah penduduk yang berbasis Islam.
5.2.Tujuan:Proyek ini bertujuan untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi umatsaat sedang menjalankan ibadat. Selain itu, proyek ini juga demi mempertahankan dan meningkatkan iman umat katolik di stasi Stasi Beato Dinonisius dan Redemptus-Penanggalan dan di Aceh pada umumnya. Harapan, dengan adanya tempat ibadah yang layak, umat meresa diteguhkan dalam imannya.
5.3.Cara Kerja:Proyek ini melibatkan seluruh umat stasi terutama dalam hal pendanaan dan penggalangan dana, juga umat dilibatkan dalam bentuk gotong royong, dan menanggung makan tukang. Hal ini dilakukan secara bergiliran. Semuanya ini dilakukan karena memang keterbatasan dana dan juga karena kondisi ekonomi umat yang tidak memungkinkan membiaya semua rehap dan juga memberi dalam bentuk uang. Hal itu dilakukan untuk senantiasa menanamkan rasa tanggungjawab umat atas gereja dan rehap bangunan Gereja.Dengan latar belakang situasi yang demikian, maka untuk mewujudkan rehap tersebut, panitia menyalurkan proposal dan memohon bantuan kepada Dirjen Bimas Katolik R.I., Kepada Paroki Sidikalang, semuat umat stasi dan juga dari para donator lainnya.

6. RENCANA REHAP
a.Jenis Bangunan:Rehap ( Memperlebar , membuat ruang Sakristis dan merehap Panti Imam).
b.Ukuran:- Lebar ke samping kanan: 12 m x 18 m - Panti imam: 5 m x 3 m - Ruang Sakristi: 3m x 3 m
c.Bentuk:Semi Permanen, tanpa menara dan salib.
d.Fondasi:Batu + batu padas + Pasir Uruk.
e.Dinding:Dinding pas batu bata dan Setengah Beton.
f.Atap:Seng biasa.
g.Jenis Plafon:Tripleks.
h.Lantai:Semen Biasa.

SUSUNAN KEPANITIAAN
1.Pelindung:1. Uskup Agung Medan; 2.Pastor Paroki Sidikalang
2.Penasihat:1. Dewan Pastoral Paroki St. Maria Sidikalang; 2.Pembimas Katolik Provinsi Nagroe Aceh Darusalam
3.Ketua:USEN BARASA
4.Sekretaris:FRANSISKUS GURNING
5.Bendahara:Josep Datar Berasa
6.Anggota:1. Lipen Sihotang; 2.LONTUNG SITUMORANG

ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN
1. Biaya Pembangunan
No.NAMA BARANGJUMLAHHrg SatuanBiaya
1.Batu bata5000 bijiRp. 600Rp. 3.000.000
2.Besi ukuran 10m20 batangRp.60.000Rp. 1.200.000,-
3.Besi BL20 batangRp. 7.000,-Rp. 140.000,-
4.Kawat pengikat2 gulungRp. 100.000,-Rp. 200.000,-
5.Sertu2 motor Colt DieselRp.200.000,-Rp. 400.000,-
6.Batu mangga2 motor Colt DieselRp. 200.000,-Rp. 400.000,-
7.Pasir4 motor Colt Diesel200.000Rp. 800.000
8.Semen40 zakRp. 56.000,-Rp. 2.400.000,-
9.Paku campur10 kgRp. 17.000,-Rp. 170.000,-
10.Kaca kotak3 KotakRp. 150.000,-Rp. 450.000,-
11.Seng6 kodiRp. 900.000,-Rp. 5.400.000,-
12.Paku seng4 kgRp. 37.500,-Rp. 150.000,-
13.Tripleks30 lembarRp. 45.000,-Rp. 1.350.000,-
14.4 tonRp. 1.800.000,-Rp. 7.200.000,-
15.Upah tukang--Rp. 8.000.000,-
16.Biaya tak terduga--Rp. 5.000.000,-
JUMLAH KESELURUHAN--Rp. 36.260.000,-
2. PENDANAAN
1.Partisipasi Umat StasiRp.7.500.000,-
2.Sumbangan dari ParokiRp. 5.000.000,-
3.Sumbagan dari Donatur yang diharapkanRp.23.760.000,-
JumlahRp. 36.260.000,-
PENUTUP
Pekerjaan ini sudah dimulai oleh umat stasi, namun karena kemampuan ekonomi umat yang kurang memadai dan kekurangan dana maka kami panitia mengajukan permohonan ini. Oleh karena itu, dalam segala kelemahan kami, kami dikuatkan, disemangati dan berharap akan kemurahan Tuhan yang akan membantu kami lewat para Saudara atau para Donatur yang mau membantu kami mewujudkan mimpi yang mulia ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian, dukungan doa, terutama bantuan materiil/dana dari para Saudara atau Para Donatur mewujdukan kerinduan umat memiliki bagunan Gereja yang layak dan sakral, tempat mereka berkumpul mewujudkan kebersamaan dalam iman dan dalam merayakan iman mereka, memuji dan memuliakan Tuhan.
Atas perhatian dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara-Saudari dan para Donatur, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kami berdoa semoga kebaikan dan uluran kasih para Saudara mendapat balasan yang berlimpah dari Tuhan Allah. Kami juga mohon doa dari para Saudara agar kami umat dan khususnya panitia senantiasa diberkati, dilindungi, diberi kesehatan dan kebijaksanaan oleh Tuhan dan dijauhkan segala kendala dalam mewujudkan tugas mulia ini.

HORMAT KAMI
PANITIA
USEN BERASAFRANSISKUS GURNINGJOSEP DATAR BERASA
Ketua
Sekretaris
Bendahara



TURUT BERMOHON
DEWAN PASTORAL PAROKI MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN SIDIKALANG
P. ANTONIUS MANIK, O. CARM.DIRMAN SAGALAJOSEP SANTUS BARASA

Pastor Paroki
Ketua DPPH
Sekretaris DPPH



HIDUP JADI BAHAGIA

GEREJA KATOLIK
STASI SANTO PETRUS - KABAN JULU
PAROKI “MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN” SIDIKALANG
KEUSKUPAN AGUNG MEDAN


Bangunan Gereja yang lagi Pembangunan-Makam Romo Koning O.Carm


MOHON DUKUNGAN, BANTUAN DANA DAN DOA KITA SEMUA
UNTUK PENYELESAIAN PEMBANGUNAN


"Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati"
(Lukas 6:36)

Bantuan para saudara dapat disalurkan lewat:

Nama : ANTONIUS MANIK
BRI SIDIKALANG - DAIRI
No. : 0194-01-010662-50-6


Bukti transfer dapat di fax ke Sekretariat
Paroki 'Maria Pertolongan Orang Kristen' - Sidikalang(0627) 22050
atau dikonfirmasi melalui Email: paroki.mariapoksidikalang@gmail.com

Hormat kami atas nama semua umat Allah Stasi Kaban julu:

ROMO ANTONIUS MANIK O.CARMPastor Paroki, lagi merayakan Ekaristi di stasi yang belum memiliki Gedung Gereja

HIDUP MENJADI BERMAKNA: PROPOSAL PEMBANGUNAN

PROPOSAL PEMBANGUNAN
GEREJA KATOLIK STASI SANTO PETRUS – LAE TARONDI PAKPAK BHARAT
PAROKI SANTA MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN – SIDIKALANG
KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

I. LATAR BELAKANG SINGKAT

Berdirinya Gereja Katolik di Salak ibukota Kabupaten Pakpak Bharat berawal dari kesepakatan lima keluarga umat Katolik yang ada saat itu. Mereka mulai berkumpul dan sepakat untuk mengadakan kebaktian di rumah bapak Tua Berutu (Mpung Pakto) di Dusun Lae Mbalno Desa Boang Manalu. Mereka mengadakan kebaktian di sana selama tiga tahun. Sejak itu, jumlah umat pun mulai bertambah.
Tahun 1968 umat menerima tanah pertapakan Gereja dari marga Boang Manalu di Desa Lae Tarondi dengan ukuran 30 m x 30 m. Tahun 1969 umat sepakat untuk pindah ke Desa Lae Tarondi dan mendirikan bangunan Gereja darurat yang terbuat dari atap lalang, dinding bambu dan lantai tanah. Bangunan Gereja itu dekat jalan besar dengan tujuan memudahkan pastor datang melayaninya.
Dengan berdirinya Gereja tersebut, kendati darurat, umat merasa senang karena sudah memiliki tempat ibadah. Namun, pada tahun 1971 bangunan Gereja itu roboh diterjang angin puting beliung. Dengan bergotong-royong umat setempat kembali mendirikan gedung Gereja dengan kondisi sama dengan sebelumnya. Demikian mereka kembali mempunyai tempat beribadah. Namun hal itu hanya bertahan dua tahun karena tahun 1974 bangunan tersebut kembali roboh diterpa bencana yang serupa. Hal ini tentu sangat menyedihkan bagi umat, mereka harus memperbaiki kembali gedung gereja yang rusak agar dapat beribadah. Umat kembali memperbaikinya. Tahun 1976, umat sepakat dan memutuskan untuk membangun gedung Gereja agak permanent agar tidak setiap saat roboh diterpa angin puting beliung. Dalam kondisi kemiskinan ekononi, secara swadaya mereka mendirikan gedung Gereja berdinding batu batako dengan ukuran 6 x 8 meter dengan atap seng. Dengan berdirinya gedung Gereja yang agak permanent, umat mulai tenang beribadah dan sejak saat itu juga jumlah umat semakin bertambah.
Pada tahun 2004 sejarah baru bagi daerah ini, yakni berpisah dari Kabupaten Dairi menjadi satu Kabupaten baru, yaitu Kabupaten Pakpak Bharat. Ini merupakan suatu kegembiraan yang tentunya berpengaruh pada pelayanan dan perkembangan umat Katolik. Di Pakpak Bharat ada 13 Stasi Gereja Katolik. Secara umum dapat dikatakan bahwa ekonomi umat pada umumnya masih sangat memprihatinkan, sehingga gedung gereja yang ada di sana juga sangat memprihatinkan, kondisinya sangat darurat, yang sebenarnya kurang layak dikatakan sebagain rumah ibadah, apalagi mengingat gedung Gereja Stasi Santo Petrus di Lae Tarondi yang berada di pusat kota Kabupaten. Keadaan gedung Gereja stasi ini boleh dikatakan kurang layak berdiri di tengah kota kabupaten, malah gedung gereja inilah yang paling darurat dari semua gedung gereja yang ada di kota kabupaten Pakpak Bharat. Namun apa boleh buat, hendak mengganti dan membangun Gereja yang layak, paroki maupun stasi tidak mampu, mengingat kondisi ekonomi umat yang umumnya masih miskin. Selain itu, gedung Gereja yang ada sekarang mutunya sudah memprihatinkan dan tidak mampu lagi menampung jumlah umat yang sudah berjumlah 54 kepala keluarga.
Kondisi gedung Gereja yang memprihatinkan ini, semakin memprihatinkan setelah gempa melanda Aceh dan sekitarnya. Kabupaten Pakpak Bharat letaknya berbatasan dengan Aceh Singkil – Subulssalam (Aceh Selatan). Dapat dikatakan bahwa Kabupaten Pakpak Bharat merupakan pintu gerbang menuju Aceh bagian selatan. Getaran gempa yang dahsyat mengakibatkan dinding Gereja retak-retak. Baru berlalu gempa di Aceh, kembali terjadi gempa Nias pada tahun 2005 yang mengakibatkan menara lonceng roboh dan retakan pada dinding bertambah besar. Kondisi ini membuat umat merasa khawatir beribadah di dalamnya. Hari demi hari keretakan itu semakin menganga. Kendati demikian umat tetap beribadah di dalam gedung Gereja. Sebelum terjadinya Gempa sebenarnya stasi maupun paroki sudah berencana hendak memperbaiki gedung Gereja, namun kondisi ekonomi kurang memungkinkan untuk itu. Kerusakan gedung Gereja dan tuntutan situasi dan kondisi “memaksa” paroki dan stasi merencanakan pembangunan. untuk maksud penggalangan dana, Paroki bersama dengan stasi mulai membangun Aula stasi. Semua bahan untuk pembangunan stasi merupakan sisa kayu dan seng dari Gereja Induk di Sidikalang. Pada bulan Oktober 2004 Aula selesai didirikan. Adapun maksud pendirian Aula adalah untuk membantu stasi dalam penggalangan dana pembangunan Gereja yang direncanakan, yakni dengan cara menyewakannya bagi kalangan umum. Namun dalam kenyataan, hasil dari penyewaan gedung aula tidak seberapa dan tidak banyak membantu penggalangan dana, padahal pembangunan Gereja baru sudah mendesak. Karena itulah dibentuk Panitia Perencanaan Pembangunan. Panitia mencoba membuat proposal sementara dan dari hasil proposal itu panitia mendapat kucuran dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah). Bantuan dana itu sudah dicairkan dan diterima pada pertengahan bulan Maret 2007. Perlu kami sampaikan bahwa paroki Sidikalang melayani 43 stasi yang terletak di tiga Kabupaten yakni 28 Stasi di kabupaten Dairi, 13 Stasi di Kabupaten Pakpak Bharat dan 2 Stasi di Kotamadya Subulussalam, Aceh. Mempertimbangkan luasnya wilayah pelayanan paroki Sidikalang dan demi perkembangan umat di Kabupaten Pakpak Bharat, sangatlah baik memikirkan dikemudian hari di Pakak Bharat berdiri Paroki tersendiri dan stasi Lae Tarondi yang berada di tengah kota Kabupaten sangat strategis menjadi paroki. Perlu kami beritahukan bahwa mayoritas penduduk kabupaten Pakpak Bharat adalah Suku Pakpak dan peribadatan di Gereja diupayakan dengan mempertahankan bahasa Pakpak. Gereja di Kabupaten ini merupakan kekayaan Gereja dalam Keuskupan Agung Medan, karena satu-satunya Gereja yang menggunakan bahasa Pakpak. Selain itu, Pakpak Bharat merupakan daerah Evangelisasi, karena iman Katolik ada di wilayah ini baru berumur sekitar 30 tahun. Kami bermimpi untuk mengembangkan hal itu. Kami sudah mencobanya, namun karena keterbatasan kemampuan kami masih merangkak. Sebuah tantangan bagi kami pertambahan umat jauh depan. Untuk semua rencana itu, tentu akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, padahal ekonomi umat dan keuangan paroki tidak memungkinkan, apalagi ditambah dengan mahalnya harga tanah di Kabupaten Pakpak Bharat. Kami sudah mencoba menjajaki untuk pengadaan lokasi untuk pengembangan paroki ini, namun kami tidak berhasil karena mengalami banyak kendala terutama mengenai kemampuan keuangan yang tidak mendukung dan akhirnya memutuskan sebuah rencana terlebih dahulu yaitu pembangunan gedung Gereja sesuai dengan kebutuhan umat yang mendesak. Kami masih berharap dan bermimpi untuk pembangunan gedung Paroki, mudah-mudahan mimpi ini dapat terwujud di kemudian hari.Mengingat kondisi Bangunan Gereja yang sudah sangat memprihatikan dan uang bantuan yang sudah diterima mendesak untuk direalisasikan, maka pada bulan April 2007 paroki membentuk dan menetapkan panitia pembangunan Gereja Stasi Santo Petrus Lae Tarondi Kabupaten Pakpak Bharat. Kepanitiaan itu dibantu oleh beberapa umat dari paroki induk atau umat dari paroki induk menjadi ketua umum. Sebenarnya kami belum siap dan belum mempunyai dana yang cukup untuk memulai pembangunan Gedung Gereja Baru, namun karena alasan-alasan yang kami utarakan di atas, maka dalam segala keterbatasan kami membentuk panitia dan merencanakan pembangunan. Bahkan saat ini bangunan Gereja lama yang sudah memprihatinkan itu telah dirubuhkan, karena memang sudah membuat umat merasa was-was menggunakannya. Untuk sementara ini umat beribadah di Aula stasi.
Demikian kiranya latar belakang rencana kami untuk membangun Gereja Stasi Santo Petrus Lae Tarondi Kabupaten Pakpak Bharat.
II. PROPOSAL PEMBANGUNAN GEREJA
1.PEMOHON
1.StasiSANTO PETRUS LAE TARONDI KABUPATEN PAKPAK BHARAT
2.ParokiMARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN – Sidikalang – Sumatera
Utara: KAM
3.Data Stasia. Jumlah umat : 45 KK
b. Tahun berdiri : 1968 ( ± 38 tahun)
c. Letak Gereja: di Kota Kabupaten
d. Gereja lama : Ukuran luas (5 m X 7 m2)
e. Jenis bangunan : Batako lama
2.Nama ProyekRehap total atau Pembangunan Gedung Gereja Stasi Santo Paulus Laeterondi Kabupaten Pak-Pak Bharat, Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
3.Tanggal PengajuanJuni 2007
4.Lokasi ProyekDi lokasi bangunan Gedung Gereja lama Stasi Santo Paulus Lae Tarondi Kabupaten Pak-Pak Bharat, Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
5.Nama PemohonPanitia Pembangunan Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Lae Tarondi, Pak-Pak Bharat Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen – Sidikalang.
6.Uraian Proyek
6.1. Latar Belakang



Melihat dan mengingat keadaa bangunan Gereja yang sekarang tidak layak lagi digunakan untuk beribadat karena memang sudah tua, sudah terlalu kecil sehingga tidak dapat menampung umat beribadat, kondisi bangunanyang memprihatinkan di tengah kota Kabupaten Pak-Pak Bharat, juga terutama kondisi bangunan yang sudah rusak parah akibat Gempa di Aceh dan di Nias. Dengan latar belakang yang demikian, semua umat stasi bersama dengan pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki Sidikalang, memutuskan untuk membangun gedung Gereja yang baru dengan memperhatikan perkembangan umat dan letak bangunan Gereja yang berada di pusat kota Kabupaten Pak-Pak Bharat. Rencana ini juga didukung oleh suatu harapan bahwa sudah seharusnya dipikirkan perlu adanya kelak paroki tersendiri di Kabupaten Pak-Pak Bharat demi perkembangan iman umat
6.2.Tujuan Proyek
: Proyek ini bertujuan untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi umat saat sedang menjalankan ibadat. Selain itu, proyek ini juga demi mempertahankan dan meningkatkan iman umat katolik di stasi Laeterondi secara khusus dan di wilayah Kabupaten Pak-Pak Bharat pada umumnya.
6.3. Cara kerja
Proyek ini melibatkan seluruh umat stasi terutama dalam hal pendanaan dan penggalangan dana, juga umat dilibatkan dalam bentuk gotong royong, dan menanggung makan tukang. Hal ini dilakukan secara bergiliran. Semuanya ini dilakukan karena memang keterbatasan dana dan juga karena kondisi ekonomi umat yang tidak memungkinkan membiaya semua pembangunan dan juga memberi dalam bentuk uang. Hal itu dilakukan untuk senantiasa menananmkan rasa tanggungjawab umat atas gereja dan pembangunan bangunan Gereja.Dengan latar belakang situasi yang demikian, maka untuk mewujudkan pembangunan tersebut, panitia menyalurkan proposal dan memohon bantuan kepada Pemda Kabupaten Pak-Pak Bharat, Kepada Keuskupan Agung Medan, Kepada Paroki Sidikalang, partisipasi stasi se-Rayon Sim-sim dan juga dari para donator lainnya.
6.4. Rencana Pembangunan
6.4.1. Rehap Total (Permanen dan diperbesar)a. Jenis Bangunan : Permanen ; b. Ukuran luas 13m X 18 m : 234 m ; c. Ukuran Sakristi + Gudang ( 4 m x 5 M ) : 20 m ( Ruang pengakuan dosa 1,5 m x 4 m ) : 6 m ; d. Ukuran menara Gereja 1,5 m x 3 m : 4.5 m Luas Bangunan : 264.5 m.
6.4. 2. Fisik Bangunana. Bentuk : Semi Rumah Adat Pak-Pak / Semi Inkulturatif Pak-Pak ; b. Fondasi : Batu + batu padas + Pasir Uruk; c. Dinding : Dinding Pas Batu Bata (dalam diplester, luar tidak.) d. Atap : Megadek e. Flafon : Kayu f. Lantai : Semen (Keramik)
6.5.SUSUNANAN PANITIA PEMBANGUNAN
1.Pelindung1.Uskup Agung Medan 2. Pastor Paroki Sidikalang 3. Bupati Pakpak Bharat 4. Saut Simanjuntak, S,H. M.H (Kajari Dairi)
2.Penasehat : 1.Dewan Pastoral Paroki St. Maria Sidikalang : 2. Kapolres Pak-Pak Bharat 3. Ir. Mangindar Simbolon 4. Ober Sihol Sagala, S.E. 5. Mardongan Sigalingging, M.M. 6. dr. Marikaya Bangun 7. Elkana Boang Manalu 8. Arjuno Solin 9. Para Pengurus Stasi S. Petrus Lae Tarondi 10. Para engurus se-Rayon Salak
3.Ketua Umum : Sebastianus Tinambunan, S.H. M. Pd
4.Ketua I : Drs. Albert Samosir
5.Ketua II: Sakkap Boangmanalu
6.Ketua III : Donal Tambunan
7.Sekretaris Umum: Drs. Ramses Sitanggang
8.Sekretaris I : Paulus Turnip, S.Pd.
9.Sekretaris II: Derita Berutu
10.Sekretaris III: Paul Padang
11.Bendahara Umum: Drs. Parulian Sinaga Sihol Sihombing
12.Bendahara I: Wasron Pandiangan, S.P.
13.Bendahara II: Kristina br. Manik
14.SEKSI DANA
Ketua: dr. Marikaya Bangun
Wakil Ketua : dr. Thomas Surbakti
Anggota : 1. T. Halawa 2. Sorang Tumanggor S. Ag.; 3. Bendahara Stasi Laeterondi
15.Koordinator Wilayah untuk membantu Seksi Dana dalam penggalanan dana
1. Wilayah Salak: 1. Robert Marbun; 2. Felix Tumangger
2. Wilayah Sidikalang: 1. Asterius Sinaga, S.H; 2. Santus Barasa, S.Ag.
3. Wilayah Samosir: Ningar Sinaga
4. Wilayah Pematangsiantar/ Simalungun: 1. Maria br. Simbolon; 2. E. Sinurat
5. Wilayah kota Cane: Donal Tambunan
6. Wilayah parbuluan: C.V. Maruli Tua Sinaga
7. Wilayah Karo: 1. dr. Marikaya Bangun; 2. dr. Thomas Surbakti
8. Wilayah Binjai: dr. Hintar Manihuruk
9. Wilayah Medan: 1. Drs. Albert Samosir 2. Jenni Berutu, S.H. ; 3. Budi Sitepu, S.H.; 4. dr. Hintar Manihuruk ; 5. dr. Serilla br. Tarigan ; 5. Avero Manik, S.Psi.
10 .Wilayah Yogyakarta: Aryanto Tinambunan S.P, M.Si
11. Wilayah Jabotabek: 1. Bobo Lolo K. Tumangger; 2. Trimingo Berutu
12. Wilayah Kalimantan: Let. Kol Eko Supriadi

Ditetapkan di Sidikalang
Pada tanggal 16 Juni 2007
Pastor Antonius Manik O.Carm Dirman Sagala Jintar Habeahan
Pastor Paroki Ketua I DPPHSekretaris I DPPH

IV. ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN
NO.
URAIAN NAMA BAHAN
VOLUME SAT
HARGA SATUAN Rp.
TOTAL HARGA Rp.
A.BATU DAN PASIR
1. Batu Padas 30m395.000,-2.850.000,-
2. Pasir 55m3105.000,-5.775.000,-
3. Batu kapur 30m3140.000,- 4.200.000,-
4. Krikil 30m3205.000,-6.150.000,-
5. Batu Bata Pangururan19.000 biji 450,-8.550.000,-
B.SEMEN DAN BESI
1. Besi  12 210 btg85.000,-17.850.000,-
2. Besi  5,695 btg12.000,-1.140.000,-
3. Kawat Beton15Kg15.000,-225.000,-
4. Semen Padang 50 Kg480Zak 65.000,-31.200.000,-
C.KAYU
1. Kayu Cetakan + Prancah1 ton4.000.000,-4.000.000,-
2. Kosen Pintu & Kosen Jendela356m 50.000,-17.800.000,-
3. Daun Pintu 12buah450.000,-5.400.000,-
4. Daun jendela Kaca 72buah220.000,-15.840.000,-
5. Kayu Kap & Rangka Lis Atap2,5ton5.500.000,-13.750.000,-
6. Kayu Rangka Asbes Plafon 2 ton 5.500.000,- 11.000.000,-
D.ATAP DAN PLAFON
1. Atap Mega Deck 0.35950m 45.000,-42.750.000,-
2. Besi L 70 x 70 x 760 btg 320.000,-19.200.000,-
3. Besi L 50 X 50 X 5 40 btg 200.000,-8.000.000,-
4. Asbes Gifsum110 lbr 87.000,-9.570.000,-
E.LANTAI
1. Keramik 40/40 sedang240m 65.000,-15.600.000,-
2. Semen Putih2 zak 58.000,-116.000,-
F.PERABOT
1. Bangku Gereja 80 x 35026 set 3.500.000,-91.000.000,-
2. Kursi Mesdinar + Kamar Pengakuan 8 buah 400.000,-3.200.000,-
3. Meja Altar 1 set 10.000.000,-10.000.000.-
4. Kursi Imam 2 buah 800.000,-1.600.000,-
5. Lemari Sakristi 2 set 3.000.000,-6.000.000,-
6. Salib1 buah 5.000.000,- 5.000.000,-
GUPAH TUKANG100.185.000,-
H.LISTRIK1 buah 7.000.000,-
I.LAIN-LAIN: Paku + Cat + Transportasi 9.500.000,-
JUMLAH TOTAL 74.451.000,-
V.PENDANAAN
1.Partisipasi Umat Stasi St. Petrus Laeterondi Rp.32.000.000
2.Sumbangan dari Partisipasi Umat Paroki SidikalangRp.10.000.000
3.Sumbangan Keuskupan Agung MedanRp.75.000.000
4.Sumbangan Kas ParokiRp.10.000.000
5.Sumbangan Pemda Pakpak BharatRp.100.000.00
6.Sumbagan dari DonaturRp.297.451.000
JUMLAH TOTALRp.524.451.000


Catatan:Stasi ini kelak direncanakan menjadi sebuah paroki, yaitu Paroki Pakpak, sehingga perlu dipersiapkan lokasi untuk pastoran. DIperkirakan biya untuk pertapakannya bisa mencapai Rp. 100. 000. 000.- (seratus juta rupiah).
VI. GAMBARGambar Gereja Inkulturatif Pakpak ini dibuat oleh putri Paroki Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang, Sdr. Imelda Yosephin Simarmata, ST.


































PROSES PEMBANGUNAN HINGGA KEADAAN SEKARANG


















UMAT BERGOTONG ROYONG DALAM MEMBANGUN DAN JUGA MENGAMBIL KAYU KE HUTAN












Pastor Anton Manik O.Carm (Berbaju Hitam), bersama DPPH ikut serta mengambil kayu ke Hutan















VII. PENUTUPKami merencanakan pembangunan ini bukan karena kami sudah memilik dana dan kemampuan yang cukup, tapi karena kami yakin bahwa ini adalah karya demi memuliakan Tuhan. Oleh karena itu, dalam segala kelemahan kami, kami dikuatkan, disemangati dan berharap akan kemurahan Tuhan yang akan membantu kami lewat para Saudara atau para Donatur yang mau membantu kami mewujudkan mimpi yang mulia ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan perhatian, dukungan doa, terutama bantuan materiil/dana dari para Saudara atau Para Donatur mewujdukan kerinduan umat memiliki bagunan Gereja yang layak dan sakral, tempat mereka berkumpul mewujudkan kebersamaan dalam iman dan dalam merayakan iman mereka, memuji dan memuliakan Tuhan.
Bantuan uluran kasih para Saudara sangat kami harapkan dan dapat disalurkan lewat rekening berikut:

1. BRI Cabang 0194 Sidikalang
No. Rekening : 0194-01-019758-50-8
Atas Nama : PAROKI MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN
2. Bank SUMUT Kantor : Capem Salak
No. Tabungan : 281.02.04.001436-2
Nama : Panitia Pemb. Gereja Katolik
Alamat : Lae Tarondi Salak


Atas perhatian dan kebaikan Bapak/Ibu/Saudara-Saudari dan para Donatur, kami mengucapkan banyak terima kasih. Kami berdoa semoga kebaikan dan uluran kasih para Saudara mendapat balasan yang berlimpah dari Tuhan Allah. Kami juga mohon doa dari para Saudara agar kami umat dan khususnya panitia senantiasa diberkati, dilindungi, diberi kesehatan dan kebijaksanaan oleh Tuhan dan dijauhkan segala kendala dalam mewujudkan tugas mulia ini.

HORMAT KAMI PANITIA

SEBASTIANUS TINAMBUNAN SH,M.PDDRS. RAMSES SITANGGAN DRS. PARULIAN SINAGA
Ketua Umum PanitiaSekretaris Umum PanitiaBendahara Umum Panitia


Mengetahui dan TURUT BERMOHON
DEWAN PASTORAL PAROKI MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN SIDIKALANG
Pastor Antonius Manik O.CarmDirman SagalaJintar Habeahan
Pastor ParokiKetua I Dewan Pastoral ParokiSekretaris Umum DPP

HIDUP BERMAKNA : BERBAGI BEKRAT

SALAH SATU JALAN MENJADIKAN HIDUP BERMAKNA
DAN BEROLEH BAHAGIA


PENGANTARBanyak orang merasa bahwa hidupnya kurang bermakna sehingga tidak merasa bahagia dalam hidupnya. Ada pula yang merasa hidupnya sudah bermakna dan sudah bahagia karena merasa sudah memiliki banyak hal, serasa tidak ada lagi yang kurang dan dia hidup dalam menikmati apa yang dia miliki. Ada pula yang berpikir bahwa hidup itu akan bermakna dan bahagia bila berbuat sesuatu hal yang besar, dan perbuatan itu menjadikannya terasa besar dan terkenal.

Apapun pemikiran orang, yang pasti adalah bahwa hidup yang bermakna dan menjadikan seseorang itu bahagia adalah bila seseorang itu bersyukur atas hidupnya sebagia karunia yang besar dari Tuhan. Dengan keyakinan ini dia berani berbagi bagi orang lain. Orang yang berbagi hidup dengan orang lain, ia tidak lagi terpenjara dalam dirinya yang selalu merasa kekurangan. Dengan berani berbagi dengan orang lain, ia menyatakan dirinya bahwa dirinyapun berharga karena dia juga memiliki sesuatu yang bisa dia bagikan. Apa yang dibagikan, seberapa besar? Itu tidak menjadi suatu ukuran dan persoalan. Bentuk dan besarannnya tentu tergantung dari siatuasi dan keadaan seseorang. Namun yang jelas dengan berani berabgi, seseorang itu sudah ‘menyatakan’ dirinya bahwa dia juga mempunyai sesuatu yang berharga untuk diberikan kepada orang lain. Keyakinan ini akan menumbuhkan suatu kebahagiaan yang tidak terlukiskan. Oleh karena itu, di sini kami menawarkan salah satu jalan untuk mewujudkan hidup yang bermakna, yakni membantu Pembagunan Gereja Katolik di suatu daerah terpencil dan umatnya merupakan orang-oprang kecil pula. Yakinlah bahwa dengan melaksanakan apa yang kami tawarkan ini, Para Saudara akan beroleh bahagia.

PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK
STASI SANTO PETRUS KABAN JULU
PAROKI “MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN” SIDIKALANG


Latar Belakang dan Sejarah Singkat Gereja Katolik Stasi Santo Petrus Kaban JuluGereja Katolik Stasi Santo Petrus Kabanjulu adalah stasi tertua di Paroki “Maria Pertolongan Orang Kristen” Sidikalang. Pada tahun 1937 para perintis Gereja Stasi Kabanjulu yaitu : Raja Saul Marbun, Guru Aron Sihombing, Palemon Sihombing, Op. Jabona Sihombing, sepakat untuk membentuk punguan Katolik. Partangiangan ( doa-doa bersama ) dilakukan silih berganti antara rumah Raja Saul dan Guru Aron dengan jumlah umat perdana 8 KK. Mereka telah menganut iman Katolik dari daerah asal masing-masing yakni Hombang dan Samosir.
Setahun kemudian, jumlah mereka semakin bertambah dan Pastor (namanya tidak pasti) merencanakan pendirian gedung Gereja. Lahan dicari dan diberikan oleh tuan tanah yang beragama Islam yaitu Raja Thayeb Maha, luasnya kira-kira 1 Ha. Pada tahun itu juga (1938) dibangunlah gedung Gereja pertama, dengan lantai tanah, atap ilalang, dinding kayu (darurat), hasil swadaya umat. Gereja tersebut diberi nama “Huria Katolik Tonga-tonga”, sesuai dengan letaknya di tengah-tengah antara Desa Kaban Julu dan Pandan Bulu (Desa Sosorlontung).
Pada awal berdirinya Gereja ini, pernah digunakan sebagai sekolah SD (waktu itu sekolah rakyat) sampai kelas dua dengan murid waktu itu antara lain Bapak T. Sitanggang (ayahanda Sr. Kayatana Sitanggang, KSSY dan Suster M. Antonia Sitanggang, FSE). Sayang kemudian berhenti. Dan pada masa pendudukan Jepang, Gereja ini sempat dijadikan gudang. Tidak dapat dipungkiri perkembangan umat pada saat ini agak terganggu.
Setelah masa kemerdekaan situasi agak lega. Umat kembali mengadakan kebaktian di gereja ini, dan saat itu mereka sudah berjumlah 25 KK. Atas kesepakatan umat, gereja diperbesar, bantuan mengalir dari Pastor, sehingga menjadi atap genteng, lantai semen, dinding tetap papan dan lonceng sudah ada.
Pertambahan umat secara drastis terjadi sekitar tahun 1967 setelah G-30-S/PKI. Banyak orang dari Protestant (memang daerah ini mayoritas Protestan), yakni dari HKBP, berbondong-bondong masuk Katolik. Stasi Santo Petrus bertambah pesat, jumlah umat sudah mencapai 70 KK. Sayangnya, pada tahun itu juga terjadi bencana alam. Angin topan memporak porandakan gedung gereja sampai rata dengan tanah. Dan terpaksa membangun gereja baru di atas situasi ekonomi umat yang amat memprihatinkan akibat G-30-S/ PKI. Gotong royong diutamakan. Semua umat memberikan perhatiannya untuk membangun kembali gedung gereja, termasuk mereka yang baru masuk Katolik. Batu, pasir, kayu, semua swadaya umat, sementara seng dibantu oleh Pastor. Pembangunan dikoordinir langsung oleh Bruder. Gereja ini semi permanen, itulah gereja yang sekarang dengan ukuran 8 X 12 m.
Seiring perkembangan waktu, gereja stasi ini mengalami perkembangan. Pendataan lingkungan pun dilakukan, dan dibagi menjadi 5 lingkungan yaitu : (Lingkungan Palipitu, Lingkungan Pandan bulu, Lingkungan Santo Paulus, Lingkungan Juma rambong, Lingkungan Juma petak). Dan hingga saat ini (tahun2005), stasi yang mayoritas penduduknya bertempat tinggal di Desa Kaban julu dan Desa Sosorlontung ini. Jumlah umat Katokk di Stasi ini hingga kini tercatat sebanyak 145 KK (10% dari jumlah penduduk kedua desa): Penduduk Kaban julu, pada pendataan penduduk 2005 = 308 KK; Penduduk Sosorlontung, pada pendataan penduduk 2005 = 870 KK
Sehubungan dengan perkembangan umat tersebut, gereja yang semula dirasa cukup untuk menampung jumlah umat, pada akhirnya tidak dapat lagi menampung umat yang ada sekarang. Di samping Gereja yang sekarang tidak dapat lagi menampung umat yang ada, juga bangunan Gereja yang sekarang tidak nyaman lagi digunakan beribadat. Bangunan sudah mulai rusak. Apalagi setelah gempa bumi yang terjadi pada bulan Maret tahun 2005. Umat stasi maupun paroki sudah mempunyai niat untuk memperbaiki bangunan Gereja yang sudah rusak, namun dengan berbagai pertimbangan hal itu ditunda karena berikir, kurang efektif memperbaiki kerusakan bangunan akibat gempa tersebut atau merenovasi karena sebenarnya keadaan bangunan sudah harus dibangun total.
Sebenarnya sejak tiga tahun yang lalu sudah dipikirkan untuk membangun dan akibat gempa yang menimbulkan kerusakan, niat itu semakin mendesak untuk direalisasikan. Tindakan yang sudah dibuat dengan mengumpulkan sedikit uang / dana dari umat. Namun berhubung situasi perekonomian umat yang rata-rata ekonomi lemah, maka usaha ini kurang membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Setelah mendapat arahan dan persetujuan dari Pastor Paroki dan Dewan Paroki Sidikalang, maka pada tahun 2005 dibentuklah Panitia Pembangunan untuk memikirkan dan melaksanakan pembangunan gereja yang layak pada tahun 2006 hingga selesai. Maka akhirnya dengan menyadari segala kemampuan yang ada, seraya dengan rendah hati memohon kesediaan para dermawan dan donatur, diputuskan untuk membangun sebuah gereja yang lebih layak, yang dapat menampung semua umat yang ada di stasi Santo Petrus Kaban julu yang di sampingnya terdapat makam Pastor Koning, O. Carm yang dimakamkan pada tahun 1971.
PERMOHONAN IJIN DAN PROPOSAL
UNTUK PEMBANGUNAN GEREJA STASI
1.PEMOHON
1. StasiSANTO PETRUS Kaban Julu
2. ParokiMARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN – Sidikalang – Sumatera Utara: KAM
3. Data Stasia. Jumlah umat : 145 KK
b. Persentase umat dibanding dgn penduduk desa Jumlah umat: 10%
c. Umur Stasi : 67 tahun
d. Gereja lama : Ukuran luas (8m X 12m X 10m2)
e. Jenis bangunan : Semi Permanen
2.Nama ProyekPEMBANGUNAN GEREJA STASI SANTO PETRUS KABAN JULU PAROKI ‘MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN’-IDIKALANG
3.Tanggal Pengajuan15 Desember 2005
4.Lokasi ProyekGereja Katolik Stasi SANTO PETRUS KABAN JULU, Paroki MARIA PERTOLONGAN ORANG KRISTEN
5.Nama PemohonPanitia Pembangunan Gereja Stasi Santo Petrus Kaban Julu Paroki Sidikalang
6.Uraian Proyek
6.1. Latar BelakangMelihat dan memperhatikan keadaan gereja yang sekarang tidak layak lagi untuk digunakan untuk beribadat karena sudah dalam keadaan rusak, dan juga karena sudah terlalu kecil sehingga tidak lagi dapat menampung jumlah umat yang ada sekarang ini untuk beribadat di dalamnya maka kami seluruh umat Stasi Kaban Julu yang didukung oleh pastor paroki dan dewan paroki sepakat untuk membangun gereja yang baru menggantikan gereja yang ada sekarang ini. Keinginan kami ini juga didukung oleh lokasi Gereja yang terletak di tengah kota Kecamatan yang sedang giat-giatnya menata dan membangun sarana dan prasarana di Kecamatan Kaban Julu. Rencana ini memang sudah lama dipikirkan dan direncanakan, namum baru kali ini (tahun ini) kami berani untuk melaksanakannya.
6.2. Tujuan Proyek: Proyek ini bertujuan untuk memberikan kesejukan dan kenyamanan bagi umat ketika sedang menjalankan ibadat. Disamping itu juga untuk menyadarkan umat akan hak dan tanggungjawabnya sebagai pemilik gereja, sehingga diharapkan seluruh umat berpartisipasi aktif baik secara moral maupun material. Partisipasi tersebut adalah juga merupakan upaya peningkatan kehidupan rohani dan tidak lupa dengan pengadaan dana bangunan.
6.3. Cara KerjaProyek ini melibatkan seluruh umat stasi terutama dalam hal pendanaan maupun gotong royong, termasuk mengupayakan makan tukang selama pengerjaan, juga melibatkan Rayon. Pembangunan dilakukan secara bertahap:
Tahap I : Pengerjaan Fondasi dan dinding Gereja.
Tahap II: Pengerjaan Atap.
Tahap III: Pengerjaan bagian dalam (Lantai, Plafon dll.)
Tahap IV: Finishing.
Namun karena melihat keterbatasan umat kami mengajukan permohonan bantuan ke-Keuskupan maupun sumbangan para donateur.
6.4. Rencana Pembangunan
6.4.1. Rehap Totala. Jenis Bangunan : Permanen
b. Ukuran luas 11m X 18 m : 198 m
c. Ukuran Sakristi + Gudang ( 4 m x 5 M ) : 20 m
( Ruang pengakuan dosa 1,5 m x 4 m )
d. Ukuran menara Gereja 2,25 m x 2,5 m : 5 m
Luas Bangunan : 223 m.
6.4. 2. Fisik Bangunana. Fondasi : Batu kali + Batu Padas
b. Dinding : Dinding Pas Batu Bata (dalam diplester, luar tidak.)
c. Atap : Seng biasa
d. Flafon : Tripleks / Promika
e. Lantai : Semen (Keramik)
7.SUSUNANAN PANITIA MBANGUNAN
1. Pelindung1. Pastor Paroki Sidikalang.2. Dewan Paroki Sidikalang
2. Penasehat : Dewan Stasi Kaban julu
3. Ketua : Bistok Malau
4. Sekretaris: Sodugaon Sigalingging
5. Bendahara: Sihol Sihombing
: 1. Toga Sitanggang
: 2. Matan Sihombing
: 3. Jonter Sihombing
: 4. Anton Sihombing
: 5. Lamhot Sihombing
: 6. T. Petrus Silaban

GAMBAR RENCANA BENTUK BANGUNAN


















LAPORAN PEMBANGUNAN TAHAP I


I. PEMBANGUNAN TAHAP IDengan segala keterbatasan baik itu menyangkut dana yang ada dan kemampuan umat yang dimiliki, pembangunan tahap Pertama telah dimulai sejak peletakan batu pertama pada tanggal 6 Juni 2006. Sebagaiman kami utarakan dalam Latar Belakang, pembangunan ini dilaksanakan adalah lebih karena mengingat kondisi bangunan tidak lagi memenuhi syarat baik dari segi besarnya yang tidak dapat menampung jumlah umat yan aga maupun kondisi bangunan yang sudah tua dan rusak. Pembangunan ini ditangani sendiri dan beberapa kali tersendat mengingat kesulitan dana. Pada prinsipnya, ketyika ada uang, pembangunan dilaksanakan, dan ketika uang tidak ada pembangunan berhenti.
1. Pembangunan tahap Pertama ini meliputi:
1. Perataan lokasi bangunan dan penggalian fondasi ( Gotong Royong umat)
2. Pembuatan fondasi, tiang cor dan dinding
2. Gambaran singkat Pemasukan dan Pengeluran

PEMASUKAN DANA DAN BANTUAN
Dana yang masuk dalam bentuk uang
No
KETERANGAN
DEBET (Rp)
1.Iuran partisipasi dari umat26.871.000
2.Sumbangan dari Keuskupang Agung Medan50.000.000
3.Sumbangan dana akibat Gempa25.000.000
4.Sumbangan-sumbangan lain (Dari Proposal)8.959.500
5.Dari Acara mudika stasi435.000
6.Dari Acara Anak sekolah minggu stasi2.451.000
7.Kolekte khusus Stasi3.154.500
JUMLAH TOTAL116.871.000

Sumbangan dalam Bentuk Barang:1. Tenaga Gotong royong umat untuk membantu Tukang.
2. Pengadaan pasir untuk bangunan ditanggulangi oleh umat, baik mencari ke sungai dengan
gotong royong maupun ada beberapa umat yang memberi sebagai ganti partisipasi uang.
3. Panitia juga mendapat sumbangan dalam bentuk batu padas dan batu kali.

PENGELUARAN:
No
KETERANGAN
DEBET (Rp)
KREDIT (Rp)
1.Pembelian Bahan bangunan39.108.475
2.Administrasi453.000
3.Pembelian alat-alati545.000
4.Gaji tukang10.930.000
5.Pengangkutan2.600.000
Jumlah keseluruhan53.636.475
Keadaan atau sisa uang pembangunan tahap I:
NoKETERANGANDEBET (Rp)KREDIT (Rp)
1.Total Pemasukan116.871.000KREDIT (Rp)
2.Total Pengeluaran53.636.475(Rp)
Sisa uang3.234.525

3. Kondisi bangunan yang sudah dikerjakan Pada Tahap I
















II. RENCANA DAN LAPORAN PEMBANGUNAN TAHAP II
II. 1. Rencana Pembangunan Tahap II
Pembangunan tahap Pertama sudah 1 tahun lebih terpaksa berhenti karena dana belum cukup untuk meneruskan ke tahap ke dua. Kami mencoba untuk menyemangati kembali umat dan panitia untuk bekerja keras menyelesaikan bangunan Gereja yang terbengkalai, namun tampaknya panitia dan umat sudah sampai pada batas kemampuan mereka sebagai mumat yang rata-rata ekonomi lemah. Oleh karena itu, Dewan Pastoral Paroki membantu dan bahkan mengambil peranan lebih banyak dalam penggalangan dana dan juga mellaksanakan pembangunan demi penyelesaian bangunan Gereja tersebut. Hal ini memang terasa sangat berat bagi Pastor dan Dewan Pastoral Paroki, mengingat banyaknya tugas pelayanan di Paroki yang dalam hal ini harus melayani 43 stasi dengan jarak dan wilayah yang luas. Walaupun demikian, kami berusaha seraya berharap dan berdoa semoga Tuhan membantu dan menunjukkan jalan bagi kami untuk menyelsaikan rumah-Nya, karena semuanya demi memuliakan nama-Nya di tengah umat.Namun dengan sisa uang yang masih ada, kami sudah membelikan untuk bahan-bahan yang dibutuhkan untuk Tahap Kedua, sambil menggalang dana baik dari umat maupun dari para nonatur.

Adapun rencana Pembangunan Tahap Kedua adalah:
- Penyelesaian dinding bangunan Gereja.
- Pekerjaan atab bangunan Gereja.
- Penimbunan dan pengerasan dasar Lantai Gereja.
- Plester dinding bagian dalam Gereja
- Adapun untuk jendela dan pintu-pintu, kami menggunakan bongkaran dari Bangunan Gereja
Induk. Hal ini kami lakukan karena untuk mengirit biaya dan memang masih layak untuk
digunakan.

II. 2. Laporan Pembangunan Tahap II
Setelah berhenti selama 1 tahun karena kekurangan dana, maka dengan segala keterbatasan dan kerinduan untuk menyelesaikan bangunan Gereja, maka kami memulai kembali pembangunan Gereja untuk tahap kedua. Dalam pembangunan tahap ke 2 ini kami menggunakan sisa dana dari tahap sebelumnya, dan untuk mengirit biaya, kami mengurangi tukang yang digantikan dengan gotong royong umat dan bahkan untuk hal ini Pastor Antonius Manik O.Carm yang memang hobby dalam pertukangan langsung turun tangan membantu dalam hal menyemen dan mengelas. Di tengah kesibukan beliau sebagai pastor kepala paroki melayani 43 stasi, beliau menyempatkan waktu untuk ikut bekerja karena memang kekurangan dana. Rencana semula Gereja bias digunakan pada waktu Paskah, walau belum sempurna, tetapi tidak bias terpenuhi karena situasi yang kurang mendukung demikian juga halnya dengan keuangan.
Walaupun demikian, berkat rahmat Tuhan, kami dapat meneylesaikan tahap II.

No
KETERANGAN
DEBET (Rp)
KREDIT (Rp)
1.Sisa dana tahap 163.234.525
2.Sumbangan dari donator29.764.500
3.Tambahan Partisipasi umat4.975.000
4.Dari Kolekte Khusus Stasi3.025250
5.Pembelian Bahan Bangunan85.111.650
6.Pengangkutan2.450.000
7.Gaji tukang11.240.000
8.Surat-surat210.000
JUMLAH TOTAL100.999.27599.011.650
Saldo dari Tahap II1.987.625

III. PEMBANGUNAN TAHAP IIIPembangunan Tahap II sudah selesai. Keinginan hati hendak melanjutkan ke tahap II dan menyelesaikan bangunan Gereja. Namun dana yang ada tidak memungkinkan hal tersebut. Untuk sementara ini umat gotong royong hanya membersihkan dan meratakan kompleks bangunan sedangkan 1 orang mudika yang menjadi tukang gereja merapikan jendela dan pintu bekas dari bangunan Gereja induk, di paroki dan beliau dibantu oleh pastor sendiri.













Adapun rencana pada tahap III ini adalah:
1.Perataan dan pengerasan tanah untuk lantai
2. Memasang keramik atau lantai semen.
3. Pengerjaan plafon panti imam.
4. Perbaikan dan pemasangan daun pintu dan jendela.
5. pengecatan dinding.
6. Pembuatan Pendopo depan.
7. Pengerjaan ruang pengakuan dosa.

Anggaran Biaya Yang dibutuhkan untuk Pembangunan Tahap Kedua:

No
KETERANGAN
Jumlah
Harga Satuan
DEBET (Rp)
KREDIT (Rp)
1.Sisa uang1.987.625,-
2.Kebutuhan semen Padang 50 kg100 zak58.000800.000
3.Besi Φ 9,620 btng85.000.700.000
4.Besi Ø 5,60 btng20.000800.000
5.Kawat beton 1 gulung60.00060.000
5.Untuk lantai Keramik350 kotak65.5002.925.000
6.Bagian lain-lain: Kunci-kunci pintu dan jendela; engsel, cat dan kaca 30.500.000
7.Kayu plafon3 ton4.000.00012.000.000
8.Tripleks untuk plafon65 lembar150.000975.000
9.Paku 1”1 kotak175.000175.000
10.Paku 4”1 kotak200.000200.000
11.Bagian upah tukang15.000.000
12. Cadangan / Administrasi/ pengangkutan4.865.000
JUMLAH TOTAL1.987.62590.000.000
Kekurangan yang diharapkan88.012.375

Dalam hal kekurangan, kami sangat mengharapkan uluran kasih dari para Saudara, karena dari umat mereka tidak mempunyai dana yang cukup karena ekonomi lemah, tapi hanya mempunyai iman, semangat gotong royong dan kerinduan untuk bias beribadah di Gereja yang layak.

Demikianlah kiranya apa yang bisa kami sampaikan dan juga permohonan kami kepada para Saudara, agar sudi kiranya membantu kami dalam penyelesaikan Bangunan Gereja, Rumah Tuhan sendiri. Kami sangat berharapkan bantuan para Saudara, seberapapun yang bisa Para Saudara sumbangkan dengan tulus ikhlas kepada kami, kami akan menerimanya dengan sangat senang hati. Kami akan gunakan dengan sebaik-baiknya uluran kasih yang para Saudara berikan kepada kami, dan kami berdoa semoga uluran kasih para Saudara membuahkan buah yang berlipat ganda bagi pembangunan penyelesaian bangunan Gereja, bagi umat pedesaan yang menggunakan bangunan Gereja dan terutama bagi para Saudara. Berkat Tuhan senantiasa melimpah atasa para Saudara.

Sekiranya Bapak / Ibu / Saudara /i berkenan membantu dan menyumbang kami, sumbangan atau bantuan dapat disalurkan melalui Paroki atau Pastor paroki Santa Maria Pertolongan Orang Kristen Sidikalang, Panitia Pembangunan Gereja Stasi St. Petrus Kaban Julu.
Bantuan para saudara dapat disalurkan lewat:

Nama : ANTONIUS MANIK
BRI SIDIKALANG - DAIRI
No. : 0194-01-010662-50-6


Atas perhatian dan kebaikan Ibu, Bapak, Saudara-Saudari dan para donator, kami ucapkan banyak terima kasih. Tuhan memberkati hidup, keluarga dan perbuatan baik para Saudara.

Hormat Kami:
Ketua PanitiaSekretaris PanitiaBendahara Panitia
BISTOK MALAUSADOGUAN SIGALINGGINGSIHOL SIHOMBING


Mengetahui dan Menyetujui
Pastor Antonius Manik O.CarmDirman SagalaJintar Habeahan
Pastor ParokiKetua I Dewan Pastoral ParokiSekretaris Umum DPP

VISITOR

free counters

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites