PERAYAAN KRISMA DI GEREJA PAROKI
DAN PESTA SYUKUR 34 TAHUN TAHBISAN USKUP
MGR (EMERITUS ) A.G. PIUS DATUBARA OFM.CAP
SEBAGAI USKUP AGUNG MEDAN
DAN PESTA SYUKUR 34 TAHUN TAHBISAN USKUP
MGR (EMERITUS ) A.G. PIUS DATUBARA OFM.CAP
SEBAGAI USKUP AGUNG MEDAN
Perayaan Penerimaan Sakramen Krisma di Gereja paroki sekaligus disatukan dengan pesta syukur atas penggembalaan bapak Uskup Emeritus Mgr. A.G. Pius Datubara Ofm.Cap di Keuskupan Aung Medan, selama 34 tahun.
Peray
aan penerimaan Sakramen Krisma di Gereja paroki pada hari Minggu 25 Oktober 2009 berjalan dengan baik, meriah, agung dan semarak. Kesemarakan perayaan ditambah dengan alunan musik tradisional Toba yang mengikringi selama perayaan ekaristi maupun dalam kegiatan ramah tamah, juga ditambah dengan pakaian beberapa umat yang memakai pakaian adat mewakilik etnis yang ada di paroki Sidikalang.
Perayaan ekaristi langsung dipimpin oleh uskup Emeritus Mgr. A.G. Pius Datubara Ofm.Cap didampingi oleh P. Antonius Manik O.Carm dan P. Frans Borta Rumapea O.Carm.
Dalam kegiatan tersebut, Panitia maupun paroki memberikan cedramata berupa pakaian misa dengan ornamen pakaian adat Pakpak kepada bapak uskup, dan pastor Anton maupun kepada pastor Borta.
Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, paroki mengucapkan banyak terimakasih kepada para panitia yang sudah bekerja keras agar terselenggaranya kegiatan tersebut, kepada para pembina calon Krisma dan juga kepada semua umat yang sudah ambil bagian dalam pesta tersebut.
Tetapi hal yang sangata disayangkan bahwa umat kurang melihat bahwa pesta ini sebagai pesta iman bersama, bahwa dirinya juga sebagai tuan rumah atas pesta ini.Hal ini dikatakan karena hampir semua umat sudah pulang sebelum kegitan selesai, tepatnya setelah hujan reda, umat berpulangan. Inikah gambaran iman kekatolikan kita?

Perayaan ekaristi langsung dipimpin oleh uskup Emeritus Mgr. A.G. Pius Datubara Ofm.Cap didampingi oleh P. Antonius Manik O.Carm dan P. Frans Borta Rumapea O.Carm.
Dalam kegiatan tersebut, Panitia maupun paroki memberikan cedramata berupa pakaian misa dengan ornamen pakaian adat Pakpak kepada bapak uskup, dan pastor Anton maupun kepada pastor Borta.

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, paroki mengucapkan banyak terimakasih kepada para panitia yang sudah bekerja keras agar terselenggaranya kegiatan tersebut, kepada para pembina calon Krisma dan juga kepada semua umat yang sudah ambil bagian dalam pesta tersebut.
Tetapi hal yang sangata disayangkan bahwa umat kurang melihat bahwa pesta ini sebagai pesta iman bersama, bahwa dirinya juga sebagai tuan rumah atas pesta ini.Hal ini dikatakan karena hampir semua umat sudah pulang sebelum kegitan selesai, tepatnya setelah hujan reda, umat berpulangan. Inikah gambaran iman kekatolikan kita?
0 komentar:
Posting Komentar